be available for family and friends
mmmm, ini salah satu prinsip saya dalam pertemanan, sebelum saya tak bisa memenuhinya dan tak akan pernah ada untuknya(keluarga ataupun teman) pada suatu saat walaupun saya tidak menginginkannya… saya selalu mengatakan kepada teman saya jika saya diajak bertemu atau mengajak bertemu dan ditanyai kenapa? maka saya akan menjawab, “selama saya bisa bertemu sebelum saya tidak akan bisa bertemu kalian, apa salahnya saya selalu menyediakan waktu untuk kalian walau itu cuma 3 menit saja.”
Jelas jika kasusnya mana yang didahulukan saat ada 2 pertemuan yaitu keluarga atau teman, saya memilih keluarga, namun saya mengatur jadwal agar bisa memenuhi keduanya, walaupun kadang kacau juga, but It’s work!!! atau mungkin saya mencoba menyempatkani diri di hari lain.
Namun, tidak dipungkiri kadang saya gagal untuk available, tapi memang tak dapat ditolak lagi, at least di hati saya punya niatan bertemu dengannya.
Kenapa saya melakukan hal tersebut? Sejujurnya saya pernah kecewa dengan teman saya ketika saya mengajaknya bertemu dia selalu sibuk dengan berbagai alasan dan kadang saya marah, apakah tak bisa cuma bertemu 2-3 menit, may just say hai saja cukup buatku…namun dia tidak pernah ada, egois sekali memang saya menginginkan bertemu dengannya sementara dia sedang sibuk. Namun, saya hanya bisa menunggu hingga dia benar-benar available untuk saya, menyenangkan ketika suatu ketika dia sendiri yang mengajak bertemu, padahal sebelumnya semua sms, email, chat, telepon(enggak terlalu sih), dia sibuk dengan urusannya sendiri(wajar saja sebenarnya dia sibuk, saya tahu dia banyak berorganisasi dan sebagainya, juga memang geraknya terbatas). Saya katakan penantian 2 tahun yang tidak sia-sia, ternyata saya masih di hatinya, masih membutuhkan saya.
Karena hal tersebut saya berjanji jika teman saya membutuhkan saya, jika saya bisa dan luang, saya selalu berusaha sebaik mungkin untuk available di tengah kesibukan saya. Mungkin jika teman saya sms hari ini untuk bertemu dengan saya, saya pasti bilang OK, kecuali ada hal-hal diluar kewajaran dimana saya tidak tahu pesan tersebut atau ada acara keluarga.
Maaf untuk temanku yang saat membutuhkanku, entah kenapa saya terlalu terlambat untuk mengatakan saya ada tapi saya mencoba untuk ada, saya selalu mencoba.
Untuk temanku yang lain, ada untuk orang lain kadang lebih berharga dan memang kita harus bisa lebih bersilaturahmi karena silaturahmi adalah salah satu cara membangun persaudaraan. Siapapun kamu, di manapun kamu, saya mencoba untuk selalu ada untukmu dan kaulah saudaraku.